Ekspedisi Curug Ciranca

Luput dari Perhatian, Menanti Sentuhan
CURUG Ciranca terletak di Desa Kedondong Kidul, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon. Air terjun dengan tinggi sekitar 25 meter ini mengalir dari celah punggung Gunung Petot. Curug Ciranca berpotensi menjadi objek wisata alam yang mampu menarik banyak pengunjung. Sayangnya, potensi alam yang besar di Desa Kedondong Kidul itu luput dari perhatian pemerintah dan warganya.

Letaknya yang jauh dari pemukiman warga membuat perjalanan saya dan salah seorang teman menuju Curug Ciranca pada hari Sabtu (10/5) tidak mudah. Perjalanan ditempuh melalui Kecamatan Sumber menuju Dukupuntang. Dari perempatan Kramat mengambil arah kanan menuju Desa Girinata.

Sepanjang jalur Kramat-Girinata, jalanan berlubang dan berdebu. Kawasan ini memang menjadi pusat penambangan dan perajin batu alam. Truk-truk bermuatan batu alam ramai melintasi jalur ini. Sehingga kekuatan konstruksi jalan tak mampu bertahan lama.
Dari Girinata, perjalanan dilanjutkan melalui Desa Cipanas. Kondisi jalan lebih baik dari Desa Cipanas hingga Kedondong Kidul. Namun, itu bukanlah akhir perjalanan. Medan yang lebih berat masih harus ditempuh untuk mencapai lokasi air terjun yang berada di batas wilayah Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Majalengka ini.

Potensi wisata Curug Ciranca benar-benar tanpa pengelolaan. Tak ada tempat parkir, pintu gerbang, bahkan tak ada sedikitpun penanda. Karena itu, rajin bertanya menjadi pekerjaan yang wajib dilakukan bagi pengunjung Curug Ciranca.

Kami tiba di Kendodong Kidul sekitar pukul 15.30 WIB. Tepat di depan Balai Desa Kedondong Kidul, di Jl Nyi Mas Tepasari, kendaraan langsung diparkir di halaman rumah salah seorang warga. Suhardi (45) sang pemilik rumah mempersilakan dengan ramah. Dari Suhardi saya memperoleh informasi. Untuk sampai di Curug Ciranca hanya ada satu akses jalan di selatan balai desa. Yakni, melalui jalan setapak yang membelah perbukitan Gunung Petot, dengan waktu tempuh sekitar satu jam.
“Biasanya, kalau akhir pekan begini ada saja yang berkunjung ke curug (Curug Ciranca, red). Tadi juga ada beberapa pemuda baru turun. Kalau mau ke sana, lebih baik berangkat sekarang juga. Nanti keburu gelap,” terang Suhardi.

Saya bertaman teman bergegas mengikuti saran Suhardi. Medan yang ditempuh sungguh tidak mudah. Mulai dari melintasi areal persawahan dan ladang milik warga hingga melintasi sungai kecil yang diapit tebing bebatuan dengan akar pepohonan yang menjulur lebat. Bagi para pencinta jelajah alam, perjalan ini dijamin mengasyikan dan cukup memberi tantangan.

Perjalanan panjang melelahkan terbayar setibanya di lokasi Curug Ciranca. Air yang jernih jatuh dari ketinggian menjalari dinding tebing dengan tekstur batuan yang kokoh. Sayang hari hampir gelap. Sehingga, tak menunggu lebih lama lagi. Saya kembali menuruni bukit.
“Butuh modal besar untuk membuka akses masuk ke Curug Ciracas, sebab medan yang ditempuh cukup berat. Memang potensi wisatanya cukup besar. Sayangnya belum ada investor yang tertarik dan Pemkab Cirebon belum serius mengelola,” tutur Kuwu Kedondong Kidul, Jaenudin di rumahnya.

Jaenudin mengatakan, Curug Ciranca akan lebih menarik jika dipadukan dengan kegiatan outbond. Rute yang menantang menuju curug diyakini Jaenudin bisa menjadi daya tarik. Menurut Jaenudin, upaya membuka jalur menuju curug sudah dilakukan melalui swadaya masyarakat dibantu petugas dari kecamatan dan anggota Koramil Dukupuntang. “Perjalanan menuju curug sangat menantang. Sangat menarik jika ada outbond. Sayangnya, pengembangan yang coba kami lakukan terbentur besarnya modal,” ujarnya.

Potensi alam masih perawan. Belum tersentuh pembangunan untuk objek wisata

Potensi alam masih perawan. Belum tersentuh pembangunan untuk objek wisata

Iklan

One thought on “Ekspedisi Curug Ciranca

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s