Pesona Banyu Panas Palimanan, Pelesir sambil Terapi

Kabupaten Cirebon, Jawa Barat memiliki objek wisata Banyu Panas. Nama Banyu Panas diambil dari bahasa Cirebon yang berarti air panas. Banyu Panas bukan saja menjadi tujuan untuk berwisata, tetapi juga mashur sebagai tempat pemandian untuk terapi menyembuhkan berbagai penyakit.  

Objek wisata pemandian Banyu Panas berada di tepian jalan raya Cirebon-Bandung. Tepatnya di Desa Palimanan Barat, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon. Tidak sulit mencari lokasi objek wisata ini karena berada di lingkungan PT Indocement Tunggal Prakarsa. Sumber air panas alami ini berjarak sekitar satu kilometer dari pintu masuk lokasi Pabrik Indocement Palimanan, Kabupaten Cirebon.

Begitu memasuki areal ini, mata Anda akan dimanjakan dengan pesona dua warna alam yang dominan. Yakni, warna hijau pepohonan dan abu-abu batuan kapur Gunung Kromong. Sensasi optik pada mata menghasilkan sudut pandang Cirebon yang berbeda.

Masyarakat setempat percaya, mineral yang terkandung dalam air panas alami itu memiliki khasiat yang mampu menyembuhkan berbagai penyakit, terutama masalah kulit. Karena itu, objek wisata Banyu Panas ramai dikunjungi setiap akhir pekan atau liburan sekolah sekadar untuk berwisata memanjakan mata sampai terapi karena cedera.

“Indocement bekerja sama dengan Disbudparpora Kabupaten Cirebon melakukan penataan di aeral seluas empat hektare itu sejak tahun 2008,” ujar Husen salah satu petugas pengelola objek wisata Banyu Panas saat saya berkunjung, Sabtu (31/5/2014).

Menurut Husen, jauh sebelum Indocement berinisiatif mengembangkan Banyu Panas pada 2008, sumber air yang memiliki kandungan belerang cukup tinggi ini sudah dikenal masyarakat Cirebon dan sekitarnya sebagai tempat pelesir. “Saya sudah menjaga sumber air ini sejak tahun 1987,” kata Husen.

Dia juga menjelaskan, bahwa tugas menjaga sumber air panas itu diteruskannya dari ayah mertua yang dulu menjadi juru kunci beberapa situs peniggalan Buyut Palimanan atau Ki Ageng Tepak yang ada di sekitar Banyu Panas. “Sayangnya, sejumlah situs seperti Goa Topong, Gua Lawa dan Gua Gedong sudah tidak ada. Lokasi goa terkena imbas perluasan lokasi tambang Indocement. Jadi, tidak bisa kita saksikan lagi keberadaan situs-situs tersebut,” terangnya.        

Di sisi lain, sejumlah fasilitas dibangun di lokasi objek wisata Banyu Panas. Kini sudah ada kolam berendam berukuran sekitar 10×15 meter lengkap dengan kamar bilas dan ganti serta toilet. Ada juga joging track dan gazebo dengan desain taman sederhana yang menarik. Lingkungannya yang bersih memberi kenyamanan bagi para pengunjung yang akan menikmati kenyamanan berendam air panas atau sekadar menikmati udara sejuk di taman yang indah.

Di atas lokasi titik objek wisata Banyu Panas dibangun pula kolam yang memancarkan air panas dari dalam batuan penutup (cap rock). Air berwarna biru menyembur dari bawah permukaan bumi setelah dilakukan penegeboran oleh Indocement. Kolam yang menampung semburan air panas itu disebut telaga biru, karena airnya yang berwarna biru. Air dari telaga biru mengalir ke sungai Banyu Panas lalu ditampung di sebuah situ (danau) yang berada di sebelah utara lokasi objek wisata tersebut. Itu dilakukan untuk menurunkan suhu air sebelum dimanfaatkan untuk keperluan irigasi pertanian bagi warga Gempol dan sekitarnya.

Eka Saputra, warga Jamblang, Kabupaten Cirebon yang tengah asyik berendam ketika di temui Radar, tengah menjalankan terapi untuk lututnya yang cedera saat berolahraga. Dua minggu sebelumnya, kata Eka, tendon pada lutut kanannya bergeser saat bermain bola voli.

“Saya sudah mengikuti fisioterapi di rumah sakit, namun hasilnya kurang maksimal. Beberapa teman menyarankan saya berendam di sini (Objek Wisata Banyu Panas, red). Sudah tiga kali berendam efeknya cukup bagus. Saya sudah bisa berjalan tanpa rasa sakit,” jelasnya.

Lain lagi dengan Sri Kuryati, warga Jatibarang, Kabupaten Indramayu. Dia mengaku, sudah sejak kecil sering diajak berkunjung ke Objek Wiata Banyu Panas oleh orang tuanya. Kali ini dia berkunjung dengan tiga orang putranya. “Sekarang tempatnya sudah jauh lebih nyaman ketimbang dulu. Jadi kalau ada waktu senggang saya bersama keluarga sering main ke sini (objek wisata Banyu Panas, red),” katanya.

Masuk ke objek wisata Banyu Panas tidaklah menguras kantong. Tiket masuk dibanderol Rp4.500 per orang. Sementara untuk berendam di kolam rendam yang nyaman, pengunjung akan dikenakan biaya tambahan Rp6.000 per orang.Gambar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s